23
Apr
Ketibaan
Waktu senja melambai dari tirai ufuk
Kau menghampiri beranda
Membelakangi cahaya samar rawi
Maka basuhlah debu-debu neraka dari tubuhmu
dengan air wadi dalam tempayan
Tak mengapa, aku tunggu
*****
Dan habiskanlah sisa-sisa roti kehidupanmu
dalam pinggan porselin sumbing
Tak mengapa, aku tunggu
*****
Setelah seumur hidupku menunggu
Kita melangkah seiring ke dalam ranjang jagat
Rawi kini diganti purnama
Suka? Bacalah lagi puisi-puisi lain:
Manisnya perihal hati...
Teratak Misteri...
This entry was posted
on Thursday, April 23rd, 2009 at 2:04 pm and is filed under Puisi.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

(13 votes, average: 4.15 out of 5)
2 comments so far
Leave a reply