2 girls 1 cuptwo girls one cupadipex without prescription
23
Apr

Ketibaan

   Posted by: si penguin   in Puisi

Waktu senja melambai dari tirai ufuk
Kau menghampiri beranda
Membelakangi cahaya samar rawi

Maka basuhlah debu-debu neraka dari tubuhmu
dengan air wadi dalam tempayan
Tak mengapa, aku tunggu

*****

Dan habiskanlah sisa-sisa roti kehidupanmu
dalam pinggan porselin sumbing
Tak mengapa, aku tunggu

*****

Setelah seumur hidupku menunggu
Kita melangkah seiring ke dalam ranjang jagat
Rawi kini diganti purnama

Kongsikan di Facebook Kongsikan di Facebook

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 4.15 out of 5)
Loading ... Loading ...

Suka? Bacalah lagi puisi-puisi lain:
Manisnya perihal hati
...
Teratak Misteri
...
This entry was posted on Thursday, April 23rd, 2009 at 2:04 pm and is filed under Puisi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 comments so far

rAr
 1 

penantian yang diakhiri dengan bahagia
pastinya kamu diulit gembira….
sabar kamu berbalas juga
biarlah salamanya diterangi pernama ;)

April 26th, 2009 at 7:35 pm
 2 

akan tetapi puisi ini hanyalah fantasi benak yang kecamuk…

aku masih dalam penantian.

May 24th, 2009 at 6:48 pm

Leave a reply

Name (*)
Mail (will not be published) (*)
URI
Comment